Karakteristik dan Jenis Kain Denim

Kain yang populer tersebut adalah kain denim. Nah, jangan salah sangka kain denim adalah jeans, ya. Sebab, keduanya berbeda. Denim memiliki karakteristik, bahan, dan ciri tersendiri yang membedakannya dengan jeans.
Kain denim adalah salah satu jenis kain yang proses pembuatannya dengan cara ditenun memakai serat katun berwarna biru. Serat katun berwarna biru yang dimaksud tersebut adalah untuk jenis pakaian. Sedangkan, untuk jenis lungsi menggunakan serat warna putih. Kain ini dibuat dengan bahan Twill Weave atau sejenis tenun silang kepar. Jadi, bahan ini mampu menghasilkan garis diagonal yang merupakan ciri khas dari kain denim secara umum.
1.Sejarah Kain Denim
Awalnya, kain denim dikembangkan oleh Amerika Serikat untuk para pekerja di pertambangan. Bahan denim asli terbuat dari 100% bahan katun. Saat ini, sudah banyak produk denim dicampur dengan bahan lain, seperti spandex agar lebih elastis.
Nah, sejarah kain denim sendiri awalnya merupakan jenis kain katun kasar yang digunakan untuk pakaian para pekerja pertambangan. Nama denim sendiri diambil dari salah satu kota yang terletak di kawasan Prancis dengan nama Nimes. Kain denim awalnya bernama Serge De Nimes. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut disingkat menjadi denim atau de Nimes. Arti dari de Nimes adalah from Nimes.
Pada awal abad ke 17, nama denim sangat terkenal di Inggris. Sesudah diteliti, ternyata Inggris juga memiliki pabrik denim tersendiri. Sejak abad tersebut, kain ini semakin terkenal di Eropa. Bahkan, namanya juga merambah ke kawasan Amerika. Dan jenis kain ini saat ini digunakan untuk membuat celana cowboy.
Kain denim juga mudah dicuci. Selain itu, teksturnya sedikit tebal dan terbilang sangat awet. Bahkan, jika diamati tekstur yang dimiliki mirip layaknya karpet. Namun, terkesan lebih tipis dan lebih halus. Di awal munculnya jenis kain ini, hanya ada satu warna yang ditawarkan, yakni warna indigo. Sekarang, warna kain ini bermacam-macam, mulai dari warna hitam, abu-abu, putih khaki, biru terang, cokelat dan warna-warna lainnya. Bahkan untuk saat ini sudah ada warna-warna cerah seperti hijau, merah, pink dan lain sebagainya.
2.Karakteristik Kain Denim
Berikut karakteristik umum dan kain denim.
- Bahannya kuat, tahan lama, dan tidak mudah rusak.
- Nyaman saat dikenakan.
- Teksturnya sedikit lentur tidak kalah nyaman saat dikenakan.
- Kain yang relatif tebal.
- Tampak elegan saat dipakai.
- Tidak mudah sobek.
- Modelnya monoton.
Biasanya, kain denim digunakan untuk berbagai jenis pakaian, seperti celana Jeans, rompi, jas, topi, tas, jaket, bahkan gaun atau dress.
3. Jensis-jeni kain Denim
- Dry Denim atau Raw Denim
Kain dry denim atau raw denim merupakan jenis kain denim yang tidak mengalami proses pencucian sesudah pewarnaan atau pencelupan. Ciri khas dari jenis kain ini adalah memiliki karakter kain yang sedikit kasar dengan bentuk warna yang sangat kuat. Warna yang dihasilkan juga sangat kuat, misalnya warna biru yang masih sangat biru.
Setelah selesai dijahit dan siap pakai, raw denim tidak akan melewati proses pemutihan dan pelunturan seperti denim lainnya. Raw denim juga dikenal sangat tahan lama dan bisa digunakan di medan yang berat serta ekstrem, bahkan bisa mencapai 3 hingga 4 tahun kalau ketebalannya mencapai 21 Oz.
- Prewash Denim
Prewash denim adalah jenis kain denim yang melalui proses pencucian dalam pembuatannya. Hasilnya, kain ini lembut dengan tampilan yang sedikit memudar layaknya warna yang ada pada celana jeans secara umum. Untuk warnanya sendiri tentu lebih terang jika dibandingkan dengan jenis sebelumnya.
- Selvedge Denim atau Selvage Denim
Selvedge denim merupakan jenis kain denim yang ujung atau bagian pinggirannya sudah teranyam dengan sangat rapi. Kain denim ini diproduksi dengan mesin tenun kuno. Biasanya, denim dengan selvedge dianggap lebih rapi dan jahitan yang lebih kuat. Kain ini juga dianggap memiliki umur yang lebih panjang.
- Colored Denim
Kain jenis ini menggunakan teknik pewarnaan yang terbagi menjadi dua cara. Pertama, kain diwarnai dengan pewarnaan tradisional yang memberikan warna biru untuk jenis kain jeans. Kedua, kain diwarnai dengan pewarnaan sulfur untuk membuat warna kain selain biru.
- Ramie Denim
Ramie denim adalaj jenis kain denim yang proses pembuatannya dicampur dengan menggunakan serat tanaman rami. Hasilnya, kain ini semakin halus. Selain itu, kain juga mengurangi kerutan di kainnya. Denim ini juga tidak mudah menjadi kotor serta penyerapan airnya menjadi lebih mudah.
- Stretch Denim
Strecth denim merupakan jenis kain yang dicampur dengan bahan spandex elastis berkisar dua sampai dengan tiga persen saja. Jenis kain ini biasanya untuk membuat kain yang lebih lentur.
- Polydenim
Polydenim adalah jenis kain yang dalam pembuatannya dicampur dengan polyester. Bahan tersebut membuat kain menjadi lebih ringan dan sangat pas untuk berbagai acara yang bersifat formal ataupun semi formal. Kain jenis ini juga relatif mudah kering saat dijemur.
- Black Coated Denim
Kain ini adalah salah satu jenis kain denim yang dilapisi dengan bahan akrilik dengan warna hitam. Tujuan dari pencampuran tersebut adalah untuk membuat kain lebih awet dan tahan lama. Di samping itu, dengan adanya campuran tersebut kain Denim akan berubah warna menjadi hitam dan mengkilap. Akan tetapi, seiring pemakaian warna tersebut juga akan luntur.
- Sanforized Denim
Sanforized denim adalah kain yang melalui proses sanforis. Proses ini dilakukan guna menyempurnakan bahan jeans agar tidak menyusut seiring berjalannya waktu. Pada umumnya, ketika dicuci, apalagi dengan air yang panas, denim akan menyusut hingga 5 atau 10%. Kalau sudah melewati proses sanforis, biasanya denim hanya akan menyusut kurang dari 1% saja.
- Unsanforized Denim
Unsanforized denim adalah jeans yang sebelum dijual ke pasaran tidak melalui tahap sanforis terlebih dahulu, jadi kamu harus ingat bahwa jeans ini bisa menyusut dari segi lebar dan panjangnya sewaktu-waktu kamu mencucinya.
